Market Pulsa
Home » Blog » Heboh! Performa SSD Samsung 990 PRO EVO PLUS Ternyata Tidak Sesuai Spesifikasi, Ada Apa?

Heboh! Performa SSD Samsung 990 PRO EVO PLUS Ternyata Tidak Sesuai Spesifikasi, Ada Apa?

Widya Lusiana
23 Oktober 2026
2 menit baca
Heboh! Performa SSD Samsung 990 PRO EVO PLUS Ternyata Tidak Sesuai Spesifikasi, Ada Apa?

Sejumlah model SSD Samsung, meliputi Samsung 990 PRO dan 990 EVO Plus, terbukti tidak memenuhi ekspektasi, yang penggunanya harapkan.

Kinerja yang diharapkan memuaskan, nyatanya berbanding terbalik, karena model-model tersebut, tidak mampu terinsinkronisasi dengan apik, ke fitur PCIe yang bernama Immediate Readiness.

Sontak, spesifikasi yang Samsung sematkan, ternyata tidak sesuai fakta di lapangan.

Masalah ini, pertama kali tercium oleh Linux Torvalds, yang merupakan pengembang sistem operasi Linux, ketika kernel Linux terbaru dirilis.

SSD Telat Merespon Setelah Di-reset 

Linux, sempat mengalami kendala, khususnya saat menjajal virtual machine, karena SSD Samsung 990 PRO dan 990 EVO Plus yang telat merespon, setelah proses reset selesai.

Masalah ini, imbas dari model SSD tersebut yang tak memenuhi standar PCIe, di mana seharusnya fitur Immediate Readiness otomatis aktif, yang memungkinkan SSD segera merespon sistem operasi (dalam kasus ini Linux) setelah di-reset.

Firmware yang bekerja lambat, menjadi pemicunya. Pada beberapa model SSD Samsung 990, firmware membuat proses aktivasi SSD tersebut malah mengalami delay, bahkan hingga 7 milidetik.

Spesifikasi yang Nampaknya Scam

Dengan keterlambatan SSD, dalam merespon sistem operasi setelah di-reset, jelas ini menyalahi apa yang Samsung sematkan, pada spesifikasi beberapa model SDD Samsung 990 series.

Padahal, Samsung 990 PRO dan Samsung 990 EVO Plus sama-sama menyematkan dukungan fitur Immediate Readiness pada spesifikasinya.

Seharusnya, dengan adanya fitur ini, pengguna tak perlu menunggu lama SSD, untuk bekerja kembali pasca di-reset, karena sistemnya akan otomatis aktif.

Nyatanya, kinerja kedua model SSD tersebut tak seperti itu. Spesifikasi yang disematkan, nampak seperti scam saja.

Linux Langsung Siap 

Untuk mengatasi masalah SSD Samsung delay ini, Linux versi 7.3 pun diluncurkan. Pembaruan ini, menyertakan sebuah patch, yang dibuat khusus untuk menangani keterlambatan respon beberapa model SSD besutan Samsung.

Linux 7.3 memungkinkan sistem Linux otomatis berhenti sejenak, setelah SSD Samsung di-reset, sebelum akhirnya bisa diakses kembali.

Mekanisme baru ini, kalau dari kacamata pengguna, tentu menguntungkan. Pengguna tak perlu lagi mengecek versi firmware SDD satu per satu, yang menjadi “biang kerok” dari keterlambatan bacanya.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

HomeDaftarDepositTransaksiHarga