Market Pulsa
Home » Blog » Linux Kini Makin Aman! Microsoft Defender Resmi Hadir di Sistem Operasi Open Source

Linux Kini Makin Aman! Microsoft Defender Resmi Hadir di Sistem Operasi Open Source

Novia Sundari
21 Oktober 2026
2 menit baca
Linux Kini Makin Aman! Microsoft Defender Resmi Hadir di Sistem Operasi Open Source

Microsoft, akhirnya melebarkan ekosistemnya, dengan memberi dukungan penuh pada Linux, untuk menjalankan antivirus eksklusif bawaan Windows mereka, Microsoft Defender, di sistem operasi yang notabene, menjadi kompetitornya tersebut.

Lewat tahap public review, yang sudah dirilis, Microsoft menyatakan mulai saat ini, semua distribusi desktop Linux, mendukung penuh penggunaan Microsoft Defender.

Perlindungan Optimal dari Cyber Attack

Keputusan ini, bukan tanpa alasan.

Popularitas Linux, yang terus meroket, sehingga mendatangkan banyak user baru, tak sebatas digunakan pada lingkungan server saja, memantapkan Microsoft untuk berekspansi, demi menciptakan pengalaman penggunaan desktop yang aman, dari bahaya cyber attack.

Saat ini, Linux mulai marak digunakan, oleh para pengembang. Demograsi pengguna, yang mulai menyebar, dan menyentuh kelas user umum ini, menjadi sasaran empuk, bagi para pelaku kejahatan internet, untuk melancarkan aksinya.

Sadar betul, akan bahaya dari ancaman ini, Microsoft pun tak main-main, dalam menggelontorkan fitur antivirus andalan mereka, untuk Linux.

Defender, yang dihadirkan, tak sekadar antivirus biasa, yang medioker, tetapi juga membawa rangkaian fitur-fitur keamanan tingkat tinggi, yang lebih canggih.

Contohnya, Endpoint Detection and Response, Device Isolation, Live Response, sampai Defender Vulnerability Management, yang melebur apik, di dalam satu antivirus, guna mencegah resiko peretasan data, oleh oknum-oknum nakal.

Mudah Digunakan

Fitur yang melimpah ini, tak serta-merta membuat instalasinya, menjadi rumit.

Microsoft sudah mempermudahkan proses aktivasinya, melalui sistem deployment, sehingga individu atau organisasi, mampu menerapkan Defender untuk Linux ini, dalam pekerjaan sehari-hari mereka, tanpa mengalami kendala berarti.

Sekali diaktifkan, Defender bisa langsung mengenali status perangkat desktop tersebut.

Skenarionya, misal begini: Defender akan memindai, apakah perangkat tersebut diatur, untuk data center, berbasis cloud, atau milik perorangan, contohnya digunakan oleh seorang pengembang.

Kompabilitas dan Cara Mendapatkannya

Dari segi kompabilitas, Microsoft memberikan dukungan penuh, pada berbagai distribusi Linux, yang paling sering digunakan, seperti Ubuntu, RHEL, CentOS, Debian, Fedora, SLES, dan Orange Linux.

GNOME dan KDEA, dua desktop environment ini, pun turut didukung, sehingga cakupan pengguna, serta kebutuhannya, begitu luas.

Untuk menikmati fitur proteksi mutakhir Microsoft Defender di Linux, tersedia dua opsi berlangganan yang bisa dipilih, yaitu dengan lisensi Microsoft Defender for Endpoint Plan 2 atau Microsoft 365 E5/E7.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

HomeDaftarDepositTransaksiHarga