Market Pulsa
Home » Blog » Makan Malam Bersejarah di Gedung Putih: Trump, Xi Jinping, dan Raksasa Teknologi Satu Meja!

Makan Malam Bersejarah di Gedung Putih: Trump, Xi Jinping, dan Raksasa Teknologi Satu Meja!

Widya Lusiana
30 September 2026
2 menit baca
Makan Malam Bersejarah di Gedung Putih: Trump, Xi Jinping, dan Raksasa Teknologi Satu Meja!

Bayangin skenario paling absurd tapi nyata: dua negara adidaya yang biasanya saling jegal urusan teknologi dan dagang, tiba-tiba duduk bareng di satu meja makan malam sambil ngobrolin masa depan Artificial IntelligenceItulah yang kejadian saat Presiden AS Donald Trump menjamu Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih.

Yang bikin makin epic, jamuan makan malam kenegaraan ini nggak cuma dihadiri dua pemimpin negara doang, tapi juga diculik para heavy hitters alias bos-bos teknologi paling berpengaruh di planet bumi.

Mulai dari Elon Musk, Jensen Huang, Lisa Su, Tim Cook, Sam Altman, sampai Satya Nadelladan Sergey Brinkelihatan nimbrung satu meja.

Pertemuan tingkat tinggi ini mendadak jadi sorotan karena topiknya langsung menohok isu paling panas saat ini: Super Intelligence (istilah baru yang dipake Trump buat nyebut AI).

Padahal, selama ini Washington dan Beijing kan terkenal hobi tebar ancaman, mulai dari pembatasan ekspor chip canggih Nvidia sampai isu keamanan siber. Tapi di jamuan ini, suasananya justru kelihatan adem dan penuh senyum.

Ada titik temu yang jarang banget terjadi. Baik AS maupun China sepakat kalau persaingan inovasi sih boleh jalan terus, tapi urusan regulasi dan risiko AI harus dikontrol bareng.

Bahkan, Xi Jinping dengan tegas bilang kalau AI wajib dijaga supaya tetap di bawah kendali manusia dan berpusat pada kebaikan umat manusia.

Di sisi lain, Trump dan Xi kompak sependapat kalau pengembangan teknologi raksasa ini harus terus dilanjut, nggak perlu di-“rem” ekstrem seperti yang sempat disuarakan beberapa peneliti industri sebelumnya.

Pertemuan hangat ini seakan jadi sinyal kalau AS dan China lagi mencoba merajut “titik balik bersejarah” dalam hubungan diplomatik dan dagang mereka, terutama di sektor teknologi.

Biarpun tensi dagang dan isu chip masih jadi PR besar di belakang layar, setidaknya kehadiran para bos teknologi top dunia di Gedung Putih kemarin ngasih lihat satu hal: urusan cuan dan masa depan AI, para pemimpin dunia ini tahu kapan waktunya harus ngopi bareng.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

HomeDaftarDepositTransaksiHarga