Market Pulsa
Home » Blog » Rilisan Fisik Game Makin Terpinggirkan? Publisher GTA 6 Akui Kaset Kini Tak Lagi Masuk Akal

Rilisan Fisik Game Makin Terpinggirkan? Publisher GTA 6 Akui Kaset Kini Tak Lagi Masuk Akal

Arindia Melo
23 Agustus 2026
2 menit baca
Rilisan Fisik Game Makin Terpinggirkan? Publisher GTA 6 Akui Kaset Kini Tak Lagi Masuk Akal

Kamu gamer generasi yang tumbuh dengan tradisi mengoleksi kaset atau disc game di rak kamar? Siap-siap menghadapi kenyataan baru.

Peluncuran Grand Theft Auto VImenjadi sinyal kuat bahwa era rilisan fisik dalam industri game makin mendekati garis akhir.

Take-Two Interactive selaku developer GTA 6 secara terbuka mendukung tren digital-only dan satu komando dengan Sony yang berencana mengalihkan fokus industri sepenuhnya ke format digital.

Lebih Praktis, Lebih dari 90% Transaksi Sudah Digital

Statement ini ditegaskan langsung oleh CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 90% distribusi bisnis Take-Two saat ini sudah berbasis digital.

Menurut Zelnick, untuk game berukuran raksasa seperti GTA 6, penggunaan kaset fisik sebenarnya tak lagi efisien bagi konsumen.

Hampir semua game modern mewajibkan usernya terhubung ke internet untuk registrasi maupun mendownload patch terbaru.

Hal itu menjadi alasan kenapa mendownload game secara langsung dianggap jauh lebih praktis dibanding harus memasukkan disc yang ujung-ujungnya tetap membutuhkan proses instalasi data dalam jumlah besar.

Edisi fisik GTA 6 sendiri nantinya dikabarkan hanya akan berisi download code di dalam boks, bukan lagi kaset fisik yang bisa diputar di drive konsol.

Sejalan dengan Visi Sony, Fisik Nasibnya Seperti Piringan Hitam

Langkah Take-Two ini sejalan dengan arah kebijakan Sony yang secara bertahap mulai memangkas produksi media fisik. Zelnick menilai langkah Sony sangat masuk akal dan mencerminkan ke mana arah industri hiburan bergerak.

Meski begitu, bukan berarti rilisan fisik bakal lenyap 100% tanpa jejak.

Zelnick menganalogikan kaset game di masa depan seperti piringan hitamdi industri musik, menjadi sebuah barang kolektif bernilai seni untuk pasar niche dan para kolektor garis keras, sementara mayoritas masyarakat tetap memilih platform streaming dan digital.

Siap Adaptasi di Era Digital?

Transisi ini memang memicu pro dan kontra, terutama terkait isu kepemilikan game jangka panjangNamun, tak bisa dimungkiri bahwa kepraktisan dan kecepatan akses menjadi prioritas utama para pengembang saat ini.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu tipe yang mengutamakan kepraktisan download langsung, atau masih setia mengoleksi boks game fisik di rak?

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

HomeDaftarDepositTransaksiHarga